Jumat, 17 Juli 2009

ISRA’ MI’RAJ DAN TEORI EINSTEIN

ISRA`MI`RAJ, sebagai sebuah peristiwa metafisika (gaib), barangkali bukan sesuatu yang istimewa. Prebendary bukanlah sesuatu yang luarbiasa. Kebenaran metafisika adalah kebenaran naqliyah (: dogmatis) yang tidak harus dibuktikan secara akal, namun lebih bersifat imani. Valid tidaknya kebenaran peristiwa metafisika—secara akal, bukanlah soal selagi ia diimani.

Namun, Isra` Mi`raj bukanlah peristiwa metafisika. Ia adalah peristiwa fisika (: nyata; badaniah) yang dialami dan dijalani Nabi Muhammad saw dengan segenap kesadaran inderawinya, sebagaimana diterangkan dalam Alqur`an surat Al-isra` ayat 1 dan Annajm ayat 13.

Maka, sebagai peristiwa fisika, Isra` Mi`raj adalah sesuatu yang istimewa. Kebenaran Isra` Mi`raj adalah kebenaran yang luarbiasa. Keistimewaan ataupun keluarbiasaan tersebut, tidak lain karena pemberontakannya pada tradisi. Kebenaran Isra` Mi`raj adalah kebenaran inkonvensional.

Maka, wajar kiranya, jika banyak orang pun mempertanyakan (meragukan?) ke-shahih-an Isra` Mi`raj tersebut. Menganggap Isra` Mi`raj sebagai sesuatu yang mengada-ada dan dongeng Nabi belaka.

Toh, Isra` Mi`raj bukanlah cerita rekaan ataupun dongeng Nabi. Isra` Mi`raj adalah sebuah firman Ilahi dan, firman Ilahi tetaplah sebuah kebenaran. Kebenaran hakiki dan mutlak yang tidak dapat diganggu-gugat. Meski ia berseberangan dengan tradisi ilmu pengetahuan. Meski ia bertentangan dengan akal nalar manusia.

Albert Einstein

Maka, bukan suatu kebetulan kiranya, jika kemudian Allah ciptakan seorang manusia bernama Albert Einstein, ilmuwan berbangsa Yahudi (bangsa yang sejak awal `menentang` Islam), yang kelak dengan teorinya, kebenaran Isra` Mi`raj menjadi nyata adanya.

Lahir di Jerman tanggal 14 Maret 1879 dan meninggal di Amerika Serikat tanggal 16 April 1955. Sebagai ilmuwan, Einstein telah menghabiskan lebih dari separuh hidupnya untuk menerobos dan membabat kelebatan dan kepekatan hutan ilmu pengetahuan. Dengan dedikasi dan vitalitasnya yang tinggi, iapun dapat membukakan jalan pencerahan bagi banyak orang. Ia telah menyumbangkan pikiran-pikirannya yang begitu berharga. Menyumbangkan teori-teorinya yang dapat memecahkan banyak teka-teki dan persoalan yang selama ini menyelimuti kehidupan.

Teori Relativitas

Satu dari sekian teorinya, adalah tentang relativitas. Sebuah teori yang mengupas hakikat alam semesta sebagai suatu susunan terpadu di mana segala yang ada di dalamnya, dengan kemajemukan dan keberagamannya, tunduk pada satu hukum universal, dengan kecepatan cahaya sebagai konstanta bandingnya. Sebuah teori yang, kelak melahirkan pula teori (ide) tentang bom atom yang begitu mengerikan itu.

Dalam teorinya itu, Einstein menerangkan bahwa tidak ada sesuatu yang mutlak dalam kehidupan ini. Segala sesuatu relatif dalam gerak dan kedudukannya. Sebuah bola yang bulat, suatu saat akan dapat berubah pipih. Begitu pun penggaris yang panjang, pada saat yang berbeda dapat mengerut, pendek. Sebuah benda yang berbobot ringan di satu saat, dapat menjadi berat atau tidak berbobot sama sekali di saat-saat lainnya. Jarum jam yang bergerak cepat mengukur waktu, ada kalanya menjadi lambat bahkan pada satu titik masa, berhenti sama sekali. Juga jantung yang berdenyut menandai usia, dapat mengalami kelambatan hingga usia pun berjalan lebih lambat dari yang semestinya.

Einstein merumuskan teorinya dalam sebuah persamaan:

t’

=

waktu benda yang bergerak

t

=

waktu benda yang diam

v

=

kecepatan benda

c

=

kecepatan cahaya

Diterangkan bahwa perbandingan nilai kecepatan suatu benda dengan kecepatan cahaya, akan berpengaruh pada keadaan benda tersebut. Semakin dekat nilai kecepatan suatu benda (v) dengan kecepatan cahaya (c), semakin besar pula efek yang dialaminya (t`): perlambatan waktu. Hingga ketika kecepatan benda menyamai kecepatan cahaya (v=c), benda itu pun sampai pada satu keadaan nol. Demikian, namun jika kecepatan benda dapat melampaui kecepatan cahaya (v>c), keadaan pun berubah. Efek yang dialami bukan lagi perlambatan waktu, namun sebaliknya.

Pada awalnya, teori Relativitas itu pun mendapat banyak tentangan. Seperti halnya Nabi saat memberitakan Isra` Mi`raj, Einstein saat mengumumkan teori tersebut, banyak dicemooh bahkan dianggap tidak waras karena, sebagaimana juga Isra` Mi`raj, teorinya itu pun telah menentang tradisi yang selama ini dianut dan dielu-elukan. Relativitas telah menolak kemutlakan ukuran bahwa semua benda selalu dalam keadaan tetap, tidak pernah berubah. Sebuah bola akan tetap bulat, sebuah penggaris akan tetap panjang, usia akan tetap berlari menua, bagaimanapun kondisinya.

Namun ketika laboratorium kemudian dapat menemukan gejala yang sama sebagaimana terurai dalam Relativitas, segera teori itu pun memperoleh kedudukannya yang semestinya sebagai sebuah kebenaran.

Studi tentang sinar kosmis, merupakan satu pembuktian.

Didapati bahwa di antara partikel-partikel yang dihasilkan dari persingungan partikel-partikel sinar kosmis yang utama dengan inti-inti atom Nitrogen dan Oksigen di lapisan Atmosfer atas, jauh ribuan meter di atas permukaan bumi, yaitu partikel Mu Meson (Muon), itu dapat mencapai permukaan bumi. Padahal partikel Muon ini mempunyai paruh waktu (half-life) sebesar dua mikro detik yang artinya dalam dua perjuta detik, setengah dari massa Muon tersebut akan meleleh menjadi elektron. Dan dalam jangka waktu dua perjuta detik, satu partikel yang bergerak dengan kecepatan cahaya (± 300.000 km/dt) sekalipun paling-paling hanya dapat mencapai jarak 600 m. padahal jarak ketinggian Atmosfer di mana Muon terbentuk, dari permukaan bumi, adalah 20.000 m yang mana dengan kecepatan cahaya hanya dapat dicapai dalam jangka minimal 66 mikro-detik.

Lalu, bagaimana Muon dapat melewati kemustahilan itu?

Ternyata, selama bergerak dengan kecepatannya yang tinggi—mendekati kecepatan cahaya, partikel Muon mengalami efek sebagaimana diterangkan teori Relativitas, yaitu perlambatan waktu.

Kebenaran Isra` Mi`raj

Demikianlah Relativitas telah dapat membuktikan kebenarannya. Menyingkap kebenaran-kebenaran yang selama ini tersembunyi di balik keruwetan dan arogansi ilmu pengetahuan. Termasuk, kebenaran Isra` Mi`raj.

Sebagaimana diterangkan di depan, ketika sebuah benda bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya, seperti halnya partikel Muon, benda itu akan mengalami efek perlambatan waktu. Seseorang yang meluncur ke angkasa dengan pesawat yang berkecepatan mendekati kecepatan cahaya, maka ia akan mengalami pertambahan usia yang lebih lambat dari yang semestinya di bumi. Ketika kembali ke bumi ia akan mendapati bumi telah begitu tuanya sedang dirinya hanya bertambah beberapa waktu saja. Ia telah terlempar ke masa depan. Namun jika kecepatannya ditambahkan hingga melampaui batas kecepatan cahaya, yang akan dialaminya bukanlah perlambatan waktu, namun sebaliknya. Ketika kembali ke bumi, bukan masa depan yang didapatinya. Namun, ia kembali ke masa lalu. Ia telah menjadi penziarah masa lalu.

Dan, inilah yang telah direfleksikan buraq, hewan sejenis kuda bersayap sebagai kendaraan Nabi saat melakukan perjalanan Isra`. Ketika memulai perjalanan yaitu dari Masjid Alharam (Mekkah), dengan daya kecepatan buraq (v>c), Nabi tidaklah mengarah ke masa depan. Namun kembali ke masa lalu. Dan, melewati masa lalu itulah Nabi memberangkatkan perjalanannya. Hingga, seiring guliran-guliran waktu perjalanan itu, perjalannpun melaju ke titik waktu saat mana beliau baru memulai. Hingga, kesan yang ada pun seolah-olah Nabi melakukan perjalanan Isra` Mi`raj hanyalah sesaat. Padahal, hakikatnya, beliau pun menjalani Isra` Mi`raj, berdasarkan `perhitungan` waktu pribadinya, lazimnya perjalanan-perjalanan sejenis lainnya dengan menghabiskan waktu berjam-jam atau berhari-hari atau bahkan lebih.

Demikianlah, Allah memang senantiasa memfirmankan kebenaran. Dan, firman-firman Allah memang senantiasa benar adanya. Meski terkadang akal & logika kita sangat sulit untuk menjangkaunya.

Shadaqallahul-adzim.

Rabu, 03 Desember 2008

Makanan untuk Mempertajam Kerja Otak


Bagaimana Anda makan dan minum akan mempengaruhi fungsi dan kerja otak. Inilah beberapa sumber makanan yang bisa membantu memaksimalkan kerja otak.
1. Makanan yang kaya hidrat arang, karena akan menyebabkan otak melepaskan serotonin, zat kimia yang akan meningkatkan indra rasa nyaman dan ketenangan.
Contoh: nasi, pasta, kentang.
2. Makanan yang kaya protein, karena akan membuat Anda selalu siaga, penuh perhatian, energetik dan berpikir tajam. Contoh: kerang, tiram, ikan laut, kalkun.

3. Makanan yang kaya akan Omega-3, sejenis lemak yang ditemukan di ikan. Karena bukti-bukti menunjukkan bahwa omega-3 bisa mempertajam ingatan dan memerangi penyakit Alzheimer. Contoh: ikan, atau suplemen minyak ikan.

4. Vitamin D, karena membuat Anda lebih antusias, terinspirasi, dan waspada. Contoh: lemak, mentega, telur, hati, tuna, sarden. Yang perlu diperhatikan:
1. Jangan pernah membiarkan kadar gula darah dalam tubuh terlalu rendah (tandanya, kalau Anda merasa lapar sekali). Sebab, riset membuktikan bahwa kadar gula darah yang cukup akan meningkatkan
ketajaman ingatan. Sementara itu, kadar gula darah yang rendah akan membuat Anda cepat marah.
Tapi, mengatasinya dengan mengulum permen atau cokelat tak akan menyelesaikan masalah. Karena itu, lebih baik makan sedikit tapi sering, untuk menjaga agar Anda tidak terlalu lapar.
2. Ada orang yang percaya bahwa ginkgo biloba bisa meningkatkan ketajaman memori. Tapi, hal ini belum disetujui para ahli sepenuhnya.

Selasa, 02 Desember 2008

Makanan Untuk Memperkuat Sistem Imun


Setiap makanan yang memperkuat sistem imun Anda adalah makanan yang disebut sebagai "power food." Dengan sistem imun yang kuat, tubuh lebih mudah melindungi dirinya sendiri dari bahaya infeksi bakteri dan virus serta melawan ancaman kanker.

Power Food 1: Yoghurt

Yogurt mendapatkan reputasi baik sebagai "obat tradisional" yang membuat orang tetap awet muda. Terdapat bukti ilmiah tentang hal ini karena yoghurt dapat memperkuat fungsi sistem kekebalan tubuh.

Pada tahun 1908 seorang peneliti bernama E Metchnikoff membuat hipotesis spektakuler. Dikatakan bahwa ada hubungan erat antara umur panjang masyarakat pegunungan di Bulgaria dengan kebiasaan mereka mengonsumsi susu fermentasi. Kendati data empiris yang ada masih terbatas, hipotesis tersebut dianggap menarik untuk dikaji dan diungkap lebih lanjut. Metchnikoff sendiri akhirnya diberi penghargaan Nobel dan sejak saat itu produk susu fermentasi terus dikembangkan dan diteliti.

Di Indonesia, yoghurt banyak dipasarkan di supermarket dalam bentuk minuman encer hingga kental yang dikemas di dalam botol plastik. Pada umumnya untuk menambah daya tarik dan kesehatan, ke dalam yoghurt ditambahkan flavor buah-buahan.

Konsumsi yoghurt diketahui mampu menurunkan kolesterol darah, maka kesehatan pembuluh darah dan jantung terjaga. Yoghurt juga memberi kondisi mikroflora yang baik dalam saluran pencernaan berarti beberapa penyakit dapat dihindari atau dicegah.

Efek positif lain dari yoghurt ditunjukkan melalui kemampuannya mereduksi kanker saluran pencernaan. Diduga, adanya senyawa karsinogenik seperti nitrosamin yang masuk ke pencernaan dicegah penyerapannya oleh bakteri yang membentuk selaput protein dan vitamin. Akibatnya nitrosamin tersebut tidak dapat diserap dan dikeluarkan dari tubuh bersama tinja.

Dari segi gizi, yoghurt merupakan produk makanan yang kaya akan zat gizi. Komposisi zat gizinya mirip susu dan bahkan ada beberapa komponen seperti vitamin B kompleks, kalsium, dan protein justru kandungannya relatif tinggi.

Oleh karena itu, baik secara langsung maupun tidak langsung konsumsi yoghurt secara teratur dan proporsional ikut berperan menunjang umur panjang seseorang.

Hanya dua cangkir yoghurt setiap hari selama periode empat bulan akan memberikan keuntungan ini bagi Anda. Riset telah menunjukkan yoghurt meningkatkan kekuatan Sel NK untuk melawan sel kanker, terutama kanker paru-paru dan kanker kolon.

Power Food II: Bawang Putih

Meski baunya bisa menyusahkan penggemarnya dalam pergaulan, jangan abaikan khasiat bawang. Bawang terbukti menurunkan risiko para pria terkena kanker prostat.

Pria yang mengonsumsi keluarga bawang-bawangan hingga 10 gram sehari, risikonya terkena kanker prostat 50 persen lebih rendah dibanding mereka yang mengonsumsi lebih sedikit.

Beberapa penelitian dengan metode case control study - membandingkan pola makan pasien kanker dengan mereka yang sehat- sudah menunjukkan bahwa sayuran yang tergolong dalam keluarga Alliaceae menurunkan risiko kanker usus, esofagus, payudara, dan endometrium.

Dalam riset yang pernah dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition disebutkan bahwa bawang putih juga berkhasiat menurunkan kolesterol. Pemberian 7,2 gram ekstrak bawang putih setiap hari selama enam bulan pada 56 pria yang berkadar kolesterol tinggi berhasil menurunkan kolesterol mereka hingga tujuh persen.

Sementara, hasil pengujian pada para pasien dengan riwayat penyakit jantung menunjukkan, konsumsi bawang putih meningkatkan aktivitas fibrinolitik dan mengurangi kecenderungan pembentukan bekuan darah dalam pembuluh darah. Pengurangan bekuan darah menurunkan risiko terjadinya sumbatan-sumbatan di arteri jantung sehingga mengurangi risiko terjadinya serangan jantung.

Jika Anda tidak menyukai bau bawang putih, jangan takut. Anda dapat memperoleh efek yang sama dari ekstrak bawang putih yang bebas dari bau tersebut.

Power Food III: Jamur Shiitake

Shiitake atau jamur shii (Jepang) juga dikenal dengan nama hioko, donko, shiang-gu, shiang-ku di Cina dan Korea.

Di Hongkong dan Singapura, jamur jenis ini dikenal sebagai chinese black mushroom. Di Indonesia dikenal dengan nama jamur kayu cokelat atau secara umum disebut jamur shiitake saja.

Anda sering menemukan jamur yang lezat ini dalam masakan Cina, dimasak bersama sayuran eksotik lainnya. Tetapi apakah Anda membeli di restoran tersebut ataukah memasaknya sendiri di rumah, jamur luar biasa ini (menurut sejumlah penelitian riset) mengandung substansi yang dinamakan lentinan. Kandungan senyawa ini sudah diakui sejak lama khususnya di kawasan Cina, Taiwan, Korea, Vietnam, Jepang, dapat dimanfaatkan untuk penurun gula dan kolesterol darah.

Sementara hasil penelitian di lingkungan National Cancer Center Institute di Tokyo, Jepang, Eropa dan Amerika Serikat menunjukkan, ekstrak jamur shiitake memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan tumor antara 72-92 persen, sarcoma sekitar 81 persen.

Tak hanya itu, Dr KW Cochran dari Universitas Michigan, Amerika Serikat, tahun 1974 mempublikasikan khasiat jamur shiitake yang sudah sejak lama diketahui mempunyai peran di dalam penurun gula dan kolesterol darah, juga sebagai antikanker dan antitumor.

Dalam jamur shiitake selain protein, niasin, thiamin, riboflavin, serta sederet mineral, juga terdapat lentinan yaitu polysakharida yang larut di dalam air, yang sejak lama diakui memiliki kemampuan sebagai antitumor dan antikanker.

Pada jamur shiitake, kandungan lentinan tertinggi akan didapatkan pada bagian batang dekat tudung dan bagian tudungnya. Sedang batang lainnya, umumnya merupakan makanan kaya serat yang sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya kanker usus.

Manfaat lentinan terhadap penghambatan virus HIV-AIDS, walau di Jepang sudah diakui secara positif, tetapi pada beberapa percobaan di lembaga-lembaga kanker AS, belum meyakinkan.

Walau produk jamur shiitake hasil olahan banyak beredar dalam bentuk pil, kapsul atau pun serbuk untuk campuran bahan lain, tetapi sangat dianjurkan penggunaan dalam bentuk segar atau dimasak menjadi sayur.

Power Food IV: Beta-Karoten dalam Buah dan Sayuran

Beta karoten, zat yang terkandung dalam wortel, pepaya, sayur-mayur yang berwarna kemerahan, dan minyak kelapa sawit, dalam berbagai penelitian terbukti dapat menekan pertumbuhan tumor dan dapat meningkatkan respons imun.

Senyawa ini tergolong aman bagi tubuh bila terasup dalam jumlah yang melebihi kebutuhan tubuh, karena kelebihan ini akan terbuang melalui urin, sedangkan kelebihan vitamin A akan terakumulasi dalam hati.

Mengonsumsi beta karoten baik berupa makanan maupun suplemen akan memberi efek positif bagi pencegahan tumor maupun menekan atau membunuh tumor yang telah ada dalam tubuh.

Hal ini dibuktikan dalam penelitian yang pernah dilakukan di antaranya oleh J Schwartz pada 1986. Penelitian tersebut menunjukkan pemberian beta karoten pada hewan percobaan meningkatkan kemampuan limfosit T dan B serta makrofag untuk membunuh sel tumor dan meningkatkan produksi faktor nekrosis tumor yang dapat langsung membunuh sel tumor.

Karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa beta karoten mempunyai efek kemoterapi atau kemopreventif dengan meningkatkan respons imun, sebab status imunitas yang baik akan menghancurkan sel tumor.

Power Food V: Makanan yang Mengandung Mineral Seng

Seng (Zn) adalah zat gizi esensial yang harus diakui belum sepopuler zat gizi utama seperti karbohidrat, protein atau lemak.

Meski termasuk dalam kelompok mikromineral - diperlukan dalam jumlah sangat sedikit - seng tak bisa diremehkan peranannya karena tak kurang dari 200 metalloenzim sangat tergantung padanya. Dengan kata lain seng sangat luas peranannya, terutama dalam hubungannya dengan berbagai penyakit akibat lemahnya pertahanan tubuh.

Seng juga dihubungkan dengan kasus bibir sumbing, akibat kurangnya asupan seng pada saat kehamilan. Ini memang merupakan pandangan baru karena selama ini bibir sumbing lebih sering dikaitkan dengan faktor keturunan.

Seng berdasarkan hasil berbagai riset di banyak negara memperlihatkan pengaruhnya terhadap pertumbuhan fisik maupun fungsi seksual. Aggest dan Prasad melaporkan bahwa kekurangan seng bisa menyebabkan anak pendek badannya, sementara Halsted menemukan kasus kuku cekung serupa sendok (koilonikia) akibat kekurangan seng.

Defisiensi seng oleh berbagai riset yang lain juga dilaporkan dapat mengurangi daya konsentrasi (mudah mengantuk), mengurangi daya penyembuhan luka, ketajaman pengecap, kulit kering dan kasar, anemia, berat badan merosot dan masih banyak lagi.

Yang menarik adalah dikaitkannya antara defisiensi seng dengan insiden kanker kulit luar dan leher. Menurut temuan , itu ada kaitannya dengan rendahnya kadar seng akibat asupan makanan berkadar seng rendah.

Oleh sebab itu upayakanlah asupan seng secara memadai sejak dini. Makanan sehari-hari terbaik yang dapat mencukupi kebutuhan seng berasal dari hewan. Daging ayam misalnya, mengandung sekitar 1 - 3 mg/100 gram bahan basah, sedangkan sapi lebih tinggi: 5 - 6 mg. Bandingkan dengan kebutuhan seng harian yang hanya 2,2 mg (dewasa), 2,2 - 2,8 mg (remaja), 1,6 mg (anak-anak).

Meskipun relatif sedikit jumlah yang diperlukan, tapi perlu konsumsi makanan dalam jumlah sekian kali lipat dari seng yang dikandung, mengingat daya serap tubuh terhadap seng relatif rendah. Seng dari bahan nabati berdaya serap lebih rendah, sehingga banyak kasus defisiensi terjadi pada pemakan serealia (biji-bijian) yang tidak diimbangi dengan konsumsi bahan hewani. [Sumber].

Selasa, 18 November 2008

Terorisme Atau Jihad?

Sanggahan Ilmiah terhadap buku “Aku Melawan Teroris” karya Imam Samudera (semoga ALLOH mengampuni dosa-dosanya)

oleh:

Al Ustadz Ja’far Umar Thalib hafizahullohu

Hadirin Sekalian yang saya muliakan dan saya cintai, saya diminta untuk berbicara dalam acara bedah buku ini mengenai buku “Aku Melawan Teroris” karya saudara kita Imam Samudera, dan ini untuk kedua kalinya, Karena bedah buku maka pembahasannya tentang isi buku ini.

Saya membaca buku ini, saya sedih dengan kenyataaan yang ada pada umat ini yaitu saudara Imam Samudera ini adalah salah satu korban dari sekian banyak korban kesalahan dalam mengambil manhaj atau thariqah yakni cara memahami Alqur’an was Sunnah. Pada halaman-halaman pertama buku ini sampai halaman 70 saya semula senang dengan pemaparan dari saudara Imam Samudera, karena yang dikatakan olehnya bahwa dia memahami Islam dengan jalan atau cara pemahaman para sahabat nabi, para tabi’in dan tabi’it tabi’in. Kemudian ketika mulai membahas permasalahan-permasalahan kasus-kasus yang ada sekarang disitu saya melihat kerancuan pada diri saudra Imam Samudera penulis buku ini. Dimana rujukan dalam apa yang dia sebutkan dengan para ulama kaliber internasional dalam menempuh manhaj Salafus Shalih itu dia sebutkan disamping para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah seperti Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i, Syaikh Rabi Al Madkhali, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Syaikh Bin Baz, Syaikh Al Albani, kemudian disebutkan pula tokoh-tokoh seperti apa yang diistilahkan olehnya seperti Syaikh Salman bin Fahd Al Audah, Syaikh DR Safar Al Hawali dan Syaikh DR Aiman Az Zawahiri.

Dari ini saya mulai melihat adanya kerancuan pada pemahaman beliau ini karena tokoh yang disebutkan seperti Salman Bin Fahd Al Audah ini sesungguhnya salah satu tokoh bersama DR Safar Al Hawali dan tokoh-tokoh lain di Saudi yang sedang berperang melawan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, tetapi mengaku sebagai Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Kelihatannya memang saudara Imam Samudera ini kekurangan informasi tentang pergolakan yang sedang terjadi di Saudi dari tokoh-tokoh Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Seandainya saudara Imam Samudera itu sempat membaca buku karya Syaikh Rabi Bin Hadi Al Madkhali ini berjudul “Ahlul Hadits Hum At thaifah Al Manshurah An Najiah, Hiwar Ma’a Salman Al Audah” satu buku yang membongkar penyimpangan-penyimpangan Salman Al Audah dan penentangannya terhadap pemahaman Salafus Shalih maka mungkin saudara Imam Samudera akan tidak menyertakan tokoh semacam Al Audah ini sebagai tokoh-tokoh Ahlus Sunnah bersama dengan para ulama yang disebutkanya. Juga seandainya Saudara Imam Samudera membaca buku yang ditulis oleh Syaikh Abdul Malik bin Ahmad Al Mubarak Ramadhani Al Jazairi berjudul Madarikun Nadzar Fis Siyasah Baina Tathbiqat As Syar’iah” dimana isi buku ini membongkar kedustaan-kedustaan dan pengkhianatan dari DR Safar Al Hawali dalam pemaparannya tentang berbagai kejadian, terutama perang teluk waktu itu, serangan Iraq ke Kuwait dan permintaan bantuan pemerintah Saudi ke Amerika niscaya saudara Imam Samudera tidak akan mencantumkan DR Safar Al Hawali sebagai deretan tokoh-tokoh yang dia katakan sebagai ulama Kaliber internasional yang menempuh manhaj Salafus Shalih.

Kerancuan ini tidak sesederhana yang kita duga, justru ini akan membawa kepada berbagai sikap dan kemudian dilanjutkan dengan berbagai tindakan yang disangkanya sebagai suatu amalan ibadah tertinggi yaitu jihad, tapi ternyata itu adalah perbuatan penyimpangan. Hukum-hukum yang dia sebutkan disini seperti di halaman 97 sampai halaman 100 dimana dia menyatakan hukum bahwa umat Islam ini terluka karena Al Haramain (Makkah dan Madinah) telah diduduki oleh Amerika, oleh salibis Zionis. Kemudian disejajarkan peristiwa pendudukan Al Haramain (Makkah dan Madinah) oleh Salibis Zionis dengan pendudukan Zionis terhadap Al Masjidil Aqsa di Yerusalem. Dengan dasar ini maka dia terlihat sangat kecewa dengan informasi seperti itu, dan berpijak dari informasi seperti itu diapun menyatakan kemarahan besar terhadap kekuatan-kekuatan yang menduduki Al Haramain (Makkah dan Madinah) sebagai penjajah dua tanah haram itu yaitu dalam hal ini Amerika Serikat. Maka kemudian dia juga menghukumi dengan ini para ulama yang disebutkan olehnya tadi sebagai kaliber internasoinal yang bermanhaj Salafus Shalih seperti Syaikh bin Baz dan Syaikh bin Utsaimin, dia hukumi sebagai ulama yang tidak mempunyai wawasan politik sehingga ditipu oleh Raja Fahd bin Abdul Aziz Al Su’ud untuk mengeluarkan fatwa tentang bolehnya meminta bantuan kepada Amerika Serikat, mengundang Amerika Serikat untuk menduduki kedua tanah haram tersebut.

Padahal kalau seandainya informasi yang disebutkan oleh saudara Imam Samudera disini, yakni dasar informasi dia untuk menyatakan bahwa dua tanah haram telah diduduki oleh Amerika Serikat ialah buku karya DR Safar Al Hawali buku yang berjudul Kasyful Hummah ‘An Ulamaa’il Ummahkalau dilihat tahunnya bagaimana Imam Samudera membaca buku dan sebagainya, kelihatanya saya lebih dulu membaca buku ini dari pada dia, wallahu A’lam. Saya ketika membaca buku ini sama perasaaanya dengan beliau, sangat kecewa dengan kenyataan tersebut. Saya sangat kecewa dengan kenyataan yang dipaparkan oleh DR Safar Al Hawali didalam buku ini dan saya juga mempunyai keyakinan seperti keyakinan Imam Samudera bahwa Al Haramain telah diduduki oleh tentara salibis Amerika Serikat. Tetapi dua tahun setelah terbitnya buku ini kemudian saya mendapatkan buku Madarikun Nadzar Karya Syaikh Abdul Malik Ramadhani Al Jazairi yang ternyata membongkar berbagai kebohongan dan kepalsuan DR Safar Al Hawali dalam informasi-informasinya itu, Masya Allah saya jadi lega luar biasa ternyata apa yang di informasikan oleh DR Safar Al Hawali tentang pendudukan Amerika terhadap Makkah dan Madinah itu adalah informasi-informasi politik atau dengan kata lain informasi-informasi bohong dan dusta. Kemudian juga saya sempat mempunyai pikiran ketika membaca buku yang dibaca oleh oleh Imam Samudera ini yaitu Safar Al Hawali dan Salman Al Audah, saya sempat mempunyai pandangan miring terhadap para ulama seperti pada Syaikh bin Baz, kenapa memberi fatwa demikian? kenapa membolehkan pemerintah Saudi meminta bantuan pasukan Amerika untuk melawan ancaman Iraq? karena itulah saya mempunyai pandangan seperti pandangan Imam Samudera bahwa ulama itu hanyalah perkara hukum haidh dan hukum nifas saja keahliannya. Seperti pandangan tokoh Mu’tazilah dalam mengejek para ulama Ahlul Hadits dimana dikatakan bahwa ulama Ahlul Hadits itu pengetahuanya hanya seputar celana dalam wanita yaitu hukum-hukum haid dan nifas. Dan ternyata omongan ini tidak terasa saya konsumsi dari tulisan-tulisan Salman Al Audah dalam Silsilatul Ghuraba.

Salman Al Audah memaparkan bahwa para ulama itu tidak mempunyai wawasan politik sama sekali jadi kalau perkara politik jangan kesana rujukannya sebaiknya kepada para politikus, sedangkan dalam perkara hukum-hukum haidh dan nifas itu kepada para ulama tersebut, persis seperti itu. Maka alhamdulillah saya bersyukur kepada Allah, saya tidak menjadi korban penyimpangan dan kedustaaan informasi yang dilakukan oleh tokoh-tokoh yang sedang memerangi Ahlius Sunnah wal Jama’ah seperti Safar Hawali dan Salman Al Audah ini, dan tokoh-tokoh lain seperti Aid Al Qarni atau DR Nashir Al Umari. Alhamdulillah Allah membimbing saya untuk jangan percaya kepada satu buku saja atau jangan percaya pada satu tokoh saja, hendaknya seorang untuk mengambil kesimpulan itu mencari berbagai keterangan dari berbagai tokoh terutama para ulama.

Ketika pada tahun 1996 saya berkesempatan untuk berkunjung ke Syaikh bin Baz Rahimahullah dan saya tanyakan langsung perkara ini; kenapa anda memberi fatwa bolehnya isti’anah bil kuffar (meminta pertolongan kepada orang kafir) dalam menghadapi ancaman dari Iraq waktu itu. Beliau -dengan sabar karena melihat kebodohan saya- menerangkan: “Bahwa isti’anah (minta tolong) dalam kondisi kelemahan kita kepada kekuatan kuffar ini pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam dan para sahabatnya. Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam mencoba untuk hijrah ke Tha’if dan ternyata ditolak oleh penduduk Tha’if dan akhirnya kembali ke Mekkah, maka dalam kondisi bercucuran darah kaki beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam karena dilempari batu oleh penduduk Tha’if dan ini dalam kondisi selemah-lemahnya posisi; berhubung Abu Thalib telah meninggal dunia, Khadijah Bintu Khuwailid meninggal dunia, tidak ada lagi pembela bagi beliau. Maka ketika belau Shallallahu ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam mau masuk ke Makkah, beliau minta tolong kepada seorang musyrik yang kemudian memberikan pembelaan dan mengumumkan di Ka’bah bahwa Muhammad hari ini dibawah perlindungan saya. Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam pun masuk ke Mekkah dengan sebab itu. Dan demikian pula hal ini dilakukan oleh Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu, juga para Shahabat yang lainya ketika mereka hijrah pertama dari Makkah menuju ke Habasyah (Ethiopia). Dimana Raja Ethiopia adalah seorang Nashrani sehinggga dengan sebab itu adalah boleh beristi’anah (minta tolong) kepada kuffar dalam menghadapi bahaya terhadap kaum Muslimin”. Saya katakan kepada Syaikh: “Mereka minta tolong kepada orang kafir untuk menghadapi orang kafir, kenapa Syaikh anda memfatwakan bolehnya minta tolong kepada orang kafir untuk menghadapi kaum muslimin???”. Beliau juga dengan sabar melihat kebodohan saya, menjawab “Sesungguhnya kenyataan yang dilakukan kaum Muslimin di Iraq, tidak diragukan bahwa mereka adalah kaum Muslimin, tetapi mereka dibawah perintah Saddam Husain yang mempunyai pemikiran sosialis yang ekstrim, dibawah kendali seorang katoliki bernama Misyair Aflaq yang menggantung para ulama Iraq di Baghdad dan di Bashrah dan di beberapa tempat yang lainya. Dengan kenyataaan itu dan dengan qarinah yakni indikasi sepeti itu, kita melihat bahwa memang harus menghindari mafsadah yang lebih besar dengan menolak upaya Saddam Husain untuk melakukan penyerangan ke wilayah-wilayah Muslimin lainya yang sangat di khawatirkan dengan indikasi-indikasi itu tadi bahwa nasibnya kaum Muslimin diwilayah lain akan sama dengan nasib kaum Muslimin di Iraq yakni dibawah kepemimpinan Saddam Husain”. Demikian beliau membawakan tentang kaidah yang disepakati oleh para ulama dimana beliau menyatakan “apabila menghadang kita dua mafsadah atau dua kerusakan yang sama-sama rusak maka dalam kondisi demikian dipilih mana yang paling ringan dari kedua mafsadah tersebut”. Maka yang paling ringan ialah kita beristi’anah bil Kuffar (minta bantuan orang-orang kafir) dengan waktu tertentu, yaitu apabila mereka telah selesai menjalankan tugas yang kita bebankan kepadanya yaitu membantu kita untuk menolak atau memukul mundur serangan Iraq, maka mereka kita minta untuk kembali ke negerinya (jawab Syaikh Bin Baz). Saya katakan apakah itu terlaksana?, Syaikh menjawab: Ya terlaksana dan mereka pun pulang. Katanya masih ada tentara Amerika disini?. Beliau mengatakan “Tentara Amerika disini ialah perwira Amerika saja sebagai instruktur untuk memberikan bantuan-bantuan keahlian militer, kerjasama militer bagi tentara-tentara Saudi”. Jadi 120 atau berapa angka-angka yang disebutkan Safar Al Hawali itu bagaimana (imbuh Ustadz Ja’far). Syaikh menjawab “Kau Lihat apa ada tentara Amerika di jalan-jalan?”. Jadi hanya di camp militer dan itupun tidak mencapai jumlah tersebut yaitu hanya terbatas perwira-perwira tentara Amerika yang ditugaskan sebagai instruktur untuk menggunakan alat-alat militer yang di impor dari Amerika.

Maka dari ini saya melihat memang luar biasa dahsyatnya gerakan untuk membikin pemalsuan informasi tentang Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dan tentang para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Kalau saudara Imam Samudera mengatakan bahwa Syaikh Bin Baz dan para Ulama itu tidak mempunyai wawasan politik sehingga ditipu oleh Raja Fahd, maka ketika saudara Imam Samudera membangga-banggakan kondisi jihad di Afghanistan waktu menghadapi Uni Soviet, sesungguhnya keberangkatan dia Ke Afghanistan itu kalau dirunut asalnya adalah merupakan salah satu daripada jasa Syaikh Bin Baz Rahimahullah yang dikatakan oleh dia sebagai ulama Qa’idin yang tidak ikut perang.

Syaikh Bin Baz adalah ulama yang pertama yang melancarkan internasionalisasi jihad di Afghanistan melawan Uni Soviet, Syaikh menyatakan bahwa menolong kaum kaum Muslimin di Afghanistan adalah Jihad fii Sabilillah, maka berduyun-duyun seluruh kaum Muslimin berrangkat kesana pada waktu itu dan bantuan kaum Muslimin terutama dari negara-negara teluk yakni kaum Muslimin penduduk negara-negara teluk yaitu negara-negara Arab di sekitar teluk. Demikian besarnya ke Jihad Afghanistan adalah dengan fatwa dari Syaikh Bin Baz Rahimahullah.

Ketika Imam Samudera masih di alam arwah belum masuk kerahim ibunya, Syaikh Bin Baz ketika masih dalam usia 10 tahun sudah berjihad melawan kekuatan-kekuatan Inggris di Saudi, ketika kekutan Inggris mau menduduki Najd. Dan terjadi perlawanan kaum Muslimin disana Syaikh Bin Baz termasuk daripada yang melawan tentara Inggris itu, ketika Imam Samudera masih di alam arwah.

Jadi kemudian dalam pembahasan berikutnya yang saya lihat didalam buku ini dimana Imam Samudera membeberkan tentang apa yang diistilahkan dengan bom Syahid atau bom bunuh diri. Dia disini menggambarkan adanya perselisihan para ulama dan kemudian dia membikin kategori Ulama Ahlits Tsughuur dan ulama Al Qa’idin. Ulama Ahlis Tsughuur menurut dia ialah ulama yang ada di medan tempur, menyaksikan dan merasakan berbagai problema pertempuran di medan perang. Kemudian ulama Al Qai’diin yaitu ulama yang duduk-duduk saja, yang hanya membaca kitab-kitab fiqh. Dalam kategori kedua ini, Imam Samudera menggolongkan Syaikh Bin Baz dan para Ulama internasional yang bermanhaj salaf adalah termasuk kategori Ulama Al Qa’idin, yakni Ulama yang duduk-duduk saja yang tidak mengerti medan jihad yang sesungguhnya, karena hanya duduk-duduk saja. Sedangkan yang dikategorikan ulama Ahlits Tsughuur ialah dia sebutkan termasuk dari padanya ialah Syaikh Usamah Bin Ladn dan Syaikh Aiman Az Zawahiri, yang kedua-duanya bukan ulama. Usamah Bin Ladn sesungguhnya bukan ulama dan tidak mempunyai latar belakang keilmuan tentang Islam sama sekali, dan dia adalah seorang insinyur, termasuk Aiman Az Zawahiri adalah ahli kimia. Mereka bukan ulama Islam dan tidak mempunyai latar belakang keilmuan dalam hal syariah Islamiyyah, ini yang di kategorikan Imam Samudera sebagai Ulama Ahlits Tsughuur.

Kemudian Imam Samudera menukil omongan Sufyan Ats Tsauri Rahimahullah, dia sebutkan bahwa Al Imam Sufyan Ats Tsauri Rahimahullah telah menyatakan: “Jika kalian menyaksikan manusia berselisih, maka hendaklah kalian mengikuti pendapat mujahidin dan Ahlits Tsughuur, karena sesungguhnya Allah berfirman Allah benar-benar memberi mereka hidayah Wal ladziina jaahadu fiina lanahdiyannahum subulana “dan mereka yang berjihad dijalan Kami maka mereka itu akan Kami tunjuki jalan-jalan Kami”. Rupanya dari pembahasan Imam Samudera ini yang dikategorikan Ahli Tsughuur ialah semua mereka yang ada di medan jihad. Sedangkan persyaratan untuk merujuk kepada Ahlits Tsughuur didalam Islam ialah ilmu bukan terminologi. Ilmu tentang Al Kitab Was Sunnah ini persyaratan utama dan pertama untuk kita merujuk kepadanya didalam memahami Islam dan juga meskipun demikian ulama yang siapapun, dam setinggi apapun tidaklah akan bisa kemudian sejajar fatwanya itu dengan Al Qur’an dan Al Hadits, sama sekali tidak bisa, karena tidak termasuk dalil agama.

Keterangan ulama itu bukan dalil, yang dinamakan dalil hanya Al Qur’an Was Sunnah. Keterangan ulama hanya membantu kita memahami dalil, sehingga Imam Malik Rahimahullah menasehatkan kepada kita Semua omongan siapapun bisa diambil dan bisa ditolak kecuali omongan orang ini sambil menunjuk kepada kuburan Rasulullah Shalallahu alaihi wa alihi wasallam”. Kecuali omongan penghuni kubur ini yaitu omongan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam. Kalau memang itu secara ilmiah dapat dipastikan sebagai omongan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam maka omongan itu tidak bisa ditolak.

Jadi kalau semua yang dimedan perang itu dikatakan ulama Ahlits Tsughuur dan menjadi rujukan didalam memutuskan halal dan haramnya sesuatu, ini adalah akan menjadi sumber kerancuan fitnah dalam agama. Sehingga timbul fatwa apa yang didistilahkan bom bunuh diri atau kemudian diistilahkan oleh moderator tadi bom isytisyhad; sesungguhnya ya setali tiga uang, hanya permainan kata saja untuk menghibur orang supaya tidak curiga dengan fatwa bom bunuh diri itu. Sesungguhnya ya bunuh diri juga, dimana dalam definisi Syari’ah bahwa bunuh diri itu ialah menceburkan diri didalam kematian dengan sengaja.

Maka semua orang boleh berkata apa saja yang dia mau, tetapi tanggung jawabnya di Yaumil Qiyamah nanti tentang fatwa-fatwa agama ini, sungguh dia akan dimintai pertanggung jawabannya. Dan mereka yang cuma ikut-ikutan dalam beragama, sungguh mereka akan menyesal dalam hidupnya nanti di akhirat. Allah berfirman: “Jangan kamu ikut apa yang kamu tidak ada ilmu padanya karena sesungguhnya pendengaran, pengelihatan dan akal pikiranmu (itu adalah nikmat Allah) yang Allah akan mintai pertanggung jawabanya nanti di Yaumil Qiyamah”.

Jadi dalam perkara agama ini jangan main-main dan saya sedih melihat kenyataan ini dan kelihatanya saudara Imam Samudera ini sesungguhnya ingin bermanhaj atau merujuk kepada pemahaman Salafus Shalih yakni pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Tapi sayang akibat emosi yang tidak didukung dengan ilmu maka menjerumuskan dia kepada berbagai penyimpangan-penyimpangan pemahaman yang demikian parah dan inilah sesungguhnya bukti bahwa dosa terbesar itu ialah ketika orang yang berilmu tetapi tidak beramal dengan ilmunya atau orang yang beramal tetapi tidak didasarkan amalnya itu atas ilmu, wallahu a’lamu bis shawab.

(Disarikan dari situs http://alghuroba.org)

(ASHARI FKM)


Seratus Manusia Paling Berpengaruh Di Dunia

Nabi Muhammad SAW menempati kedudukan nomor satu daftar manusia yang paling berpengaruh dalam panggung sejarah dunia, dihitung sampai sekarang.

Hal ini dinyatakan oleh Michael H. Hart, seorang ahli astronomi dan ahli sejarah terkenal di Amerika Serikat dalam bukunya "The 100" yang terbit baru-baru Amerika Serikat.

Menurut Michael Hart, Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling berpengaruh di antara milyaran penduduk dunia, karena ia adalah satu-satunya manusia yang berhasil secara luar biasa baik dalam kegiatan keagamaan maupun pemerintahan

Daftar nama 100 orang paling berpengaruh itu selengkapnya adalah :

1. Nabi Muhammad SAW 51. Umar bin Khatab
2. Isaac Newton 52. Asoka
3. Nabi Isa 53. Sam Augustine
4. Buddha 54. Max Planck
5. Confucius 55. John Calvin
6. Saint Paul 56. William Morton
7. Thai Lun 57. William Harvey
8. Johan Gutemberg 58. Antoine Becquerel
9. Christopher Columbus 59. Greger Mendel
10. Albert Einstein 60. Joseph Lister
11. Karl Marx 61. Nicholas August Otto
12. Louis Pasteur 62. Louis Daguerre
13. Galileo Galilei 63. Joseph Stalin
14. Aristoteles 64. Rene Descartes
15. V.I. Lenin 65. Julius Caesar
16. Nabi Musa 66. Francisco Pizarro
17. Charles Darwin 67. Hernando Cortes

Bersambung..........
(ashari:fkm)

Senin, 17 November 2008

Pilih Ikan Atau Kail?

“Duh, kok kemaraunya gak berhenti-berhenti yah”, keluh Kaka si kancil.

“Iya nih”, jawab Kuri si kura-kura lirih, “kalau begini terus dua tiga hari lagi persediaan makanan kita bakal habis.”

Kaka dan Kuri memang tinggal bersama. Mereka membuat rumah yang cukup nyaman di dalam sebuah gua kecil. Di sekitar gua sejatinya banyak ditumbuhi tanaman-tanaman yang menjadi pengisi perut mereka sehari-hari. Namun sayangnya, sejak beberapa minggu terakhir ini, panas yang berkepanjangan melanda, sehingga sedikit demi sedikit tanaman yang ada mati kekeringan.

“Coba kita bisa memancing seperti pak Beri Beruang”, lanjut Kuri, “pastinya kita tidak perlu pusing seperti ini.”

BRAKKKK!!!!

Kaka tiba-tiba meloncat dari kursinya hingga tidak sengaja menjatuhkan kursi tersebut.

“Aku ada ide!”, teriak Kaka dengan semangat ‘45.

“Ada ide ya ada ide”, gerutu Kuri yang sempat jantungan gara-gara ulah Kaka tadi, “tapi jangan bikin aku mati muda dong.”

“Dengar dulu”, potong Kaka sebelum Kuri melanjutkan omelannya. “Bagaimana kalau kita minta ikan ke pak Beri? Kan seringkali dia dapat ikan banyak, yang lebih dari jatah makan perut gendutnya. Pasti bakal diberi deh.”

“Memangnya kita akan minta-minta ikan terus ke dia? Lama-lama juga pasti pak Beri gak akan mau memberi ikan ke kita.”, jawab Kuri sambil membetulkan kursi yang tadi terjatuh. Lanjutnya, “Lebih baik kita minta diajari cara memancing ikan saja.”

“Ah, tahu sendiri kan pak Beri seperti apa sifatnya”, tukas Kaka. “Galak. Bicaranya keras, tapi susah dicerna maksudnya. Mendingan minta langsung aja. Lagipula aku malas kalau harus belajar segala.”

Kaka melangkah mendekati jendela. Matanya berbinar-binar nakal.

“Nanti aku akan cari alasan yang berbeda setiap harinya agar pak Beri mau memberikan ikan kepadaku.”, katanya. “Gimana Kur, setuju tidak?”

Kuri termenung. Di satu sisi, ia membayangkan nikmatnya duduk santai di tepi jalan setapak ke sungai sambil menunggu pak Beri lewat membawa hasil pancingannya. Ia kenal Kaka sejak lama. Kawannya yang cerdas ini pasti dapat menemukan cara untuk membuat satu dua ikan pak Beri berpindah tangan.

Di sisi lain, ia tidak ingin hanya berpangku tangan dan bergantung kepada binatang lain. Ia juga ingin dapat memancing ikan sendiri sehingga tidak kebingungan apabila suatu saat kemarau datang lagi.

“Hei, kok malah melamun”, ujar Kaka sambil mendorong pelan tempurung Kuri.

“Aku tidak ikutan deh”, jawab Kuri.

“Loh kok…”

“Iya, aku ingin coba memancing saja. Pasti terasa lebih lezat kalau ikannya hasil pancinganku sendiri”.

Mata Kaka tercenung. Ia menatap tajam ke arah Kuri. Beberapa detik kemudian ia tertawa terbahak-bahak.

“HAHAHAHAH!!! Kamu bercanda kan? Memangnya kamu mau belajar darimana? Pak Beri? Bisa tambah lapar kalau kamu kelamaan ngobrol dengan dia!”, kata Kaka lantang. “Lagipula”, lanjutnya, “semua binatang di hutan ini kan tahu kalau kamu itu lambat berpikirnya.”

Kuri tersenyum mendengar sindiran Kaka.

“Biar saja”, jawabnya. Pede. “Aku yakin kalau aku berusaha pasti aku akan bisa”.

Begitulah. Keesokan harinya, Kuri mulai mengikuti dan mengamati pak Beri yang sedang memancing. Ia kemudian mencoba untuk membuat tongkat pancingnya sendiri dan menanyakan kepada pak Beri, apakah kailnya sudah benar atau belum. Dengan tekun ia berusaha memahami apa maksud perkataan pak Beri hingga akhirnya ia berhasil membuat tongkat pancing yang kuat dan kokoh.

Si kancil? Sesuai rencananya, Kaka menunggu di ujung jalan hingga pak Beri lewat dan mengiba-iba kepadanya untuk meminta seekor ikan hasil tangkapannya. Dasar cerdik, pak Beri pun tidak kuasa menolak permintaannya.

“Lihat nih,” ujar Kaka pada Kuri sesampainya di rumah, “ikan pemberian pak Beri. Besar bukan? Pasti lezat jika dibumbu rujak dan dimakan dengan sambal mangga. Mana ikanmu?”

Kuri menunjukkan kail buatannya dengan bangga.

“Nih”, katanya sambil tersenyum. “Hari ini aku memang belum bisa membawa ikan, tapi aku sudah bisa membuat tongkat pancingku sendiri.”

“Terserahlah,” tukas Kaka. “Kok mau-maunya sih repot begitu.”

Hari demi hari berlalu. Kuri terus berusaha untuk belajar tehnik memancing ikan dari pak Beri. Mulai dari memilih umpan, mencari tempat yang banyak ikannya, hingga cara menarik ikan agar tidak terlepas dari kaitannya. Kaka pun melalui hari-harinya dengan seribu satu alasan untuk dapat menaklukkan hati pak Beri.

Lama kelamaan, pak Beri pun jenuh. Ia tidak mau lagi memberikan ikannya kepada Kaka meskipun Kaka sudah memohon sambil berguling-guling di tanah. Sebaliknya, Kuri semakin ahli dalam memancing dan sudah dapat menangkap ikan sendiri. Melihat Kaka yang menangis tersedu-sedu karena tidak mendapatkan makanan hari itu, Kuri pun membagikan ikan hasil tangkapannya pada Kaka.

“Tuh kan, benar yang aku bilang”, kata Kuri bijak. “Lebih baik kita berusaha sendiri daripada selalu bergantung kepada orang lain. Meskipun kelihatannya susah, jika terus mencoba, pasti kita akan bisa.”

Kaka mengangguk perlahan. Kali ini dia setuju dengan pendapat Kuri.